Sabtu, 18 April 2015

Muda Berdaya Pertemuan Ke-15 di Alhurriyah IPB

Oleh:
Kak Ikrom Mustofa GFM 48 (Mapres IPB 2015)
Aula Alhurriyah, 17 April 2015
16.00-1730 WIB


Menjadi Mahasiswa Berprestasi, Berkarakter dan Berdaya Saing


Sebagai mahasiswa, kita dituntut untuk selalu belajar. Belajar untuk meraih prestasi, dibidang akademik maupun non akademik. Dengan begitu kita akan menjadi mahasiswa yang berilmu dan dapat menghasilkan karya. Dan untuk mewujudkan suatu karya berarti kita butuh suatu kesungguhan dan kerja ‘lebih’ keras. Setelah kita mengetahui passion kita apa, dan bakat kita itu dibidang apa. Maka kita akan mudah untuk mengembangkan kemampuan kita untuk berkarya.
Dalam menghasilkan suatu karya, apa yang harus kita lakukan??

>>> Open your mind!
Betul.. kita harus membuka pikiran kita, keluar dari zona nyamanmu dan percayalah kamu akan menghasilkan suatu karya. Memang tidak ringan untuk keluar dari zona nyamanmu. Diperlukan kegigihan dan tekad yang kuat. Cerita sedikit dari kak ikrom sang mapres ipb 2015, untuk menjadi mapres kak ikrom harus melewati proses yang yang cukup panjang, belum lagi tekanan-tekanan yang datang dari sekitarnya. Selain dari tugas-tugas akademik dan laporan-laporan yang menumpuk, disamping itu kak ikrom harus mempersiapkan perbekalan untuk mengikuti seleksi mapres yang cukup rumit. Setelah kak ikrom berhasil mewakili departemennya di tingat fakultas, itu rasanya sangat bahagia.. kata kak ikrom. Tapi kegirangannya itu bertahan 5 menit, setelah itu muncul tekanan bahwa kak ikrom harus mempersiapkan diri untuk mejadi mapres di tahap selanjutnya. Bagaimana supaya kak ikrom tidak berada diurutan terakhir, apa aja yang perlu dipersiapkan, bagaimana caranya untuk lolos ke seleksi selanjutnya.. dan bla-bla-bla akhirnya kak ikrom lolos seleksi dua besar, yang lawannya dari mahasiswa dari fateta (kalau aku nda salah inget yak, hehe). Kata kak ikrom, rasanya itu bahagia bukan main.. seneng banget kan bisa masuk dua besar. Eh tapi kenlanjutan ceritanya kak ikrom, rasa senang sekalinya itu bertahan Cuma 3 menit yang kemudian disusul dengan tekanan yang datang lagi silih berganti. Usut punya usut,, kalau di ipb katanya panitia juri dari mapres berjumlah 20. Kak ikrom harus berada di suatu ruangan tertutup dengan diwawancarai bersama 20 orang sekaligus.. woow kebayang nggak tuh gimana rasanya..
Nah intinya kita harus berani keluar dari zona nyaman kita, lakukan sesuatu yang lebih, dan memnjadi mahasiswa mulim yang berkarya berprestasi.

>>>Konsisten!
Bagaimana caranya untuk konsisten?? Yah jalani saja kawan.. hehe begitu sih jawaban pertama dari kak ikrom yang aku inget, hehe. Untuk mempertahankan konsistensi kita harus melakukan evaluasi dari kegiatan kita setiap harinya. Hah, sebelum itu, kalau kak ikrom sendiri memiliki daftar aktivitas apa aja yang akan dijalaninya untuk hari ini. Dicatat jelas kegiatannya apa dan jam berapa waktunya. Seandainya satu kegiatan/targetan harian urung dijalani, itu bukan menjadi hambatan, malahan jadi motivasi untuk besok harus lebih keras, ditunaikan dulu targetan sebelumnya dan berlanjut ke targetan selanjutnya. Jangan biarkan targetan-targetan itu menumpuk dan hanya menjadi pajangan yang belum kita coret listnya.

>>>Fokus!
Kita harus focus dengan targetan kita. cita-cita apa yang akan kita capai dan bagaimana kita mewujudkannya. Jangan cepat terbuai dengan kegiatan baru yang tidak begitu penting. Tidak semua hal perlu kita capai. Kalau misalnya ada teman kita yang lolos pkm, dan kita sempat meliriknya, ada rasa keinginan untuk bisa mencapai hal sama. Sementara, passion kita sama sekali tidak ada di bidang itu, nahloh.. gimana tuh? Pikirkan kembali ya! Jangan sampai kita menyesal diakhir, coba dibuka catatan daftar keinginan kita. ingat apa aja sih yang perlu harus kita lakukan untuk mencapai cita-cita itu. Ingat harus focus yaaa..
Oleh karena itu, penting sekali untuk kita membuat jadwal kegiatan dan target dalam menjalani aktivitas kita. Kalau dari kak ikrom sendiri selalu mebuat target setiap semester. Daftar prestasi apa yang akan dicapai, organisasi dan kegiatan kepanitiaan apa yang akan dijalaninya. Dengan begitu, kita terhindar dari lupa dan dapat mengantisipasi jika dalam perjalanan kita kehilangan arah, semangat dan motivasi.

Hal-hal lain yang perlu kita miliki supaya bisa menjadi mahasiswa muslim, berprestasi dan berdaya saing, yaitu:
>>>Kepribadian
>>>Prestasi Akademik
>>>Aktivitas non-Akademik
>>>Organisasi & Kepemimpinan
>>>Jaringan (Link, Network)
>>>Pengabdian Masyarakat
>>>Bahasa Asing dan Softskill

GDA (Gugus Disiplin Asrama) TPB IPB

GDA (Gugus Disiplin Asrama) Tingkat Persiapan Bersama IPB
Bersumber dari sebuah arikel kimia organik, ‘Gugus’ mengacu pada atom tertentu yang terikat dalam susunan tertentu yang memberikan sifat fisik dan kimia tertentu senyawa.Pernyataan tersebut sangat cocok untuk menganalogikan gambaran umum ‘apa sih GDA itu? Iya benar.. Gugus Disiplin Asrama, mengacu pada satu tujuan, berdiri dengan tegas, terikat oleh komitmen-komitmen yang tangguh, menyusun kepribadian-kepribadian yg tegas, mewujudkan sikap disiplin insan-insan asrama sehingga tercapailah prestasi-prestasi yang membanggakan. Kami terikat dalam satu tubuh, terdiri dari bagian- bagian tubuh yang memiliki peran sama pentingnya. Kami tidak bekerja sendiri-sendiri. Ada tangan, kaki, mata, telinga, mulut, dan bagian lainnya. Kami bekerjasama saling mendukung satu sama lain. Jika ada salah satu saja bagian tubuh yang tidak berfungsi, tubuh ini tidak akan bisa terorganisir dengan baik. Berjalannya GDA di bumi asrama ini adalah bukti dari komitmen-komitmen kami yang tangguh (flashback ke puncak pelatihan dasar-Kebun Raya Bogor).

Sejarah Berdirinya
GDA berdiri pada angkatan ke-45 oleh Kak Habib. Latar belakang berdirinya GDA berawal dari kepedulian Kak Habib akan kehidupan asrama. Insan-insan asrama pada masa itu sering melanggar aturan asrama dan sering kali bersikap tidak mengindahkan aturan jam malam. Pada saat itu jam malam pada pukul 23.00 WIB. Oleh karena itu, untuk memperbaiki karakter insan-insan asrama yang kurang disiplin dibentuklah Gugus Disiplin asrama, yang diharapkan mampu mngajak insan-insan lainnya untuk mendisiplinkan diri sesuai aturan asrama.

Bentuk Kegiatan
Bentuk kegiatan GDA mencakup pembentukan karakter dan penjagaan aturan asrama. Agenda kegiatan-kegiatan yang dilakukan GDA diantaranya sebagai berikut.
a. Latihan dasar
b. Outbond
c. Pelantikan
d. Apel
e. Social gathering
f. Jaga malam
g. Olah raga
h. Membantu mobilisasi kegiatan asrama atau patrol
i. Dormitory fair

Struktur Organisasi GDA Angkatan Ke-51

Pembina : 1. Listian Nova
2. Nikmatun Khaerunisa

Komandan : Adi Syah Putra
Komandanwati : Raja Nurul Fatma
Sekertaris : 1. Mira Herdhani
2. Zakiatus Soliha
Bendahara : 1. Ulfa
2. Sri Harti
Divisi Olahraga
Kadiv : Widodo Silo Wibowo
Anggota : Muhamad Qomar
Laili Dwi Rahma
Marliana Tri W.
Safira Qurhayati
Divisi PSDM
Kadiv : Zulfikar Rahman
Anggota : Fadzilla Musanti
Evi Oktaviani
Jasmine
Luvya
Divisi Humas
Kadiv : Muhammad Zuhdi
Anggota : Astrid Widya Tamara
Hani Setyasalma
Nur Widayanti
Nurul Hikmatul Ain
Vita Kurnia


Status dan Peran dari Struktur Organisasi GDA

Pembina
Pembina GDA ada dua, yaitu Pembina dari SR Asrama Putra dan Pembina dari SR Asrama Putri. Pembina memiliki hak dan kewajiban di dalam memberikan suatu masukan, saran dan ide serta persetujuan kepada Dewan Pengurus Organisasi di dalam pelaksanaan program kerja GDA sesuai dengan AD/ART dan ketentuan-ketentuan lain yang berlaku dalam organisasi. Pembina juga berperan dalam memberikan pelatihan dasar kepada setiap anggota GDA sebelum menjadi pengurus GDA dan Pembina yang melantik komandan,komandanwati, serta kepengurusan dalam GDA. Pembina putra bertanggung jawab terhadap komandan GDA dan Pembina putri bertanggung jawab terhadap komandanwati GDA.

Komandan
Komandan Gda berperan sebagai pemimpin organisasi dan mengendalikan kegiatan para anggota pengurus dalam melaksanakan tugasnya.
Selain itu tugas komandan disini yaitu mewakili GDA ke luar maupun ke dalam kegiatan-kegiatan asrama. Komandan juga mengatasi dan bertanggung jawab terhadap segala permasalahan atas pelaksanaan tugas yang dijalankan oleh para pengurus, mengadakan evaluasi terhadap semua kegiatan yang telah dilaksanakan oleh para pengurus serta melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan seluruh kegiatan GDA kepada segenap anggota GDA lainnya.

Komandanwati
Komamdanwati berperan dalam membatu komandan dan bertanggung jawab kepada komandan apabila dalam keputusan komandan tidak ada. Komandanwati dapat menggantikan komandan dalam mengambil keputusan. Komandanwati tidak mempunyai kewenangan sebelum ada keputusan komandan, namun dalam segala sesuatu yang bersifat darurat komandanwati berhak untuk mengambil kebijakan yang selayaknya.

Sekertaris
Sekertaris berperan dalam membuat daftar hadir pertemuan/social gathering, mencatat dan menyusun notulen pertemuan/social gathering.
serta mengerjakan seluruh pekerjaan sekretariat, seperti mengadakan surat-menyurat serta pengarsipannya, membuat proposal kegiatan, dan
melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada komandan.

Bendahara
Bendahara berperan dalam memegang dan mengelola harta kekayaan organisasi, baik berupa uang maupun barang-barang inventaris, merencanakan dan mengusahakan masuknya dana serta mengendalikan pelaksanaan rencana anggaran belanja setiap kegiatan yang ada.
Bendahara juga berperan dalam menerima, menyimpan, dan membukukan keuangan, mengeluarkan uang sesuai dengan keperluan berdasarkan persetuajuan komandan, menyimpan surat bukti penerimaan dan pengeluaran uang, membuat laporan keuangan laporan khusus serta elaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada ketua.

Divisi Olahraga
Divisi Olahraga adalah divisi yang mengambil peran dan bertanggungjawab terhadap keberlangsungan kegiatan olahraga GDA yang secara rutin diadakan setiap minggunya. Agenda olahraga ini sebagai pelatihan fisik setiap anggota GDA dan eksistensinya untuk selalu menjaga kedisiplinan terutama dalam waktu. Kepala divisi olahraga berhak memberikan sanksi kepada setiap anggota GDA yang datang terlambat dalam kegiatan yang ada.
Divisi Humas
Divisi Humas berperan dalam memelihara komunikasi dan usaha-usaha untuk menyatukan sikap dan tindakan antar anggota GDA, memberikan informasi kepada insan-insan asrama terkait kegiatan yang akan diadakan oleh GDA untuk asrama dan mengajak insan-insan asrama untuk mengubah sikap dan perilaku mereka yang tidak menindahkan peraturan asrama. Kepala divisi humas bertanggungjawab terhadap anggota-anggotanya.

Divisi PSDM
Divisi PSDM (Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa) adalah divisi yang mengambil peran dan tanggung jawab untuk menggali, menoptimalkan, dan membina sumber daya setiap anggota GDA yang ada sehingga dapat mengaktualisasikan peran dan fungsinya sebagai anggota GDA. Dan pada ruang lingkup asrama, PSDM bertanggung jawab dalam membentuk kader-kader penerus GDA angkatan setelahnya. Kepala divisi psdm bertanggungjawab terhadap anggota-anggotanya.