Jumat, 17 Februari 2017

BOD dan COD

Definisi COD dan BOD

COD artinya adalah jumlah oksigen yang dihitung secara kimia, yang dibutuhkan untuk mengoksidasikan zat-zat yang ada didalam air.

Sedangkan BOD artinya adalah jumlah oksigen yang dihitung secara biologis, yang dibutuhkan oleh mahluk mikrobiologi atau mahluk hidup untuk dapat mengoksidasikan zat didalam air.

Dari kedua definisi diatas, kita dapat menemukan suatu korelasi yang cukup jelas. Yakni baik COD dan BOD adalah sama-sama menunjukan kebutuhan jumlah oksigen yang digunakan untuk mengoksidasikan zat-zat didalam air. Dan korelasi ini sangat menarik untuk dibahas, Namun sebelum itu mungkin ada yang bertanya.. Mengapa Nilai kedua parameter tersebut bisa berbeda, bahkan jauh sekali?



COD dan BOD ditentukan lewat cara analisa yang berbeda.



Awal permulaan COD dan BOD adalah suatu perbedaan dalam hal melakukan analisis terhadap kedua parameter ini. Pada analisis nilai COD, sample direaksikan dengan menggunakan Kalium Iodida, untuk selanjutnya dititrasi dengan menggunakan Kalium Dikromat.

Sedangkan BOD diukur dengan cara melakukan inkubasi disuhu ruangan selama lima hari, untuk kemudian di reaksikan dengan MnO2 lalu dititrasi dengan Tio Sulfat.

Dari kedua analisis yang cukup jauh berbeda ini, tentu saja akan didapatkan hasil yang cukup jauh berbeda pula. Hal ini dikarenakan metode analisis COD berbasis pada titrasi dikromat sedangkan BOD berbasis pada oksidasi dengan bakteri selama masa inkubasi 5 hari. Namun, kita tetap dapat menemukan korelasi yang jelas untuk kedua hal ini.

Kita dapat melihat, dalam analisisnya pun kedua sample tetap dioksidasikan dengan menggunakan zat oksidator,Untuk COD menggunakan K2Cr2O7 sedangkan BOD menggunakan MnO2. Analisa COD benar-benar bertumpu pada kemampuan Potassium Dikromat dalam mengoksidasi senyawa organik, sedangkan BOD diukur dengan melihat pengurangan kadar akibat inkubasi dengan bakteri.


Paling Banyak Dibaca : Kalibrasi pH Meter Bisa membuat IPAL Kembali Normal
Apakah COD Selalu Lebih Besar dari BOD?

Jika Anda sering membaca hasil analisa dari air limbah, maka pasti Anda akan menemukan Bahwa nilai COD selalu lebih besar dari BOD (Jika sebaliknya artinya hasil analisanya salah). Hal ini memang benar adanya. Karena nilai BOD hanya terpengaruh pada jumlah TSS dan juga zat organik yang ada dalam air. Sedangkan COD adalah total keseluruhan dari pengotor TSS, Zat Organik, Mineral bervalensi rendah, ditambah dengan zat kimia yang memakan oksigen (Oxygen scavanger).

Para engineer sering mengatakan bahwa nilai COD adalah dua kali nilai BOD, pernyataan tersebut kurang tepat. Karena dalam beberapa kasus, kita bahkan dapat menemukan nilai BOD 2/3 dari nilai COD, dan bahkan hanya kurang dari sepertiganya,


Kenapa bisa BOD kurang dari sepertiga nilai COD?

Untuk kasus dimana BOD kurang dari sepertiga dari nilai COD, berarti air limbah yang sedang Anda hadapi adalah air limbah yang mengadung banyak sekali zat penangkap oksigen diluar dari TSS ataupun zat organik. Yang mana bisa berasal dari Amnonia Anorganik, Logam berat, dan oxygen scavanger.

Jika Anda menemukan limbah Anda memiliki parameter BOD jauh sekali dibawah nilai COD, Saya menyarankan Anda juga melakukan analisa terhadap parameter lainnya seperti ; Cr (III), Fe ( II and III), Mn, Surfaktan (MBAS), dan TSS.

Dan jika Anda menemukan beberapa nilai diatas cukup tinggi, maka itulah sumber COD yang Anda cari. Dari korelasi tersebut, Anda bisa menurunkan nilai COD dari air limbah anda dengan merunut pada sistem pengolahan masing-masing parameter. Jika Anda bingung, saya sarankan Anda melihat buku pedoman Metcalf & Eddy disini.


Jika BOD Berkurang , apakah COD sudah pasti berkurang juga?
Ya, tentu saja akan berkurang. Mengingat BOD adalah bagian dari COD juga. Namun hal ini tidak berlaku sebaliknya, dikarenakan ada beberapa hal yang dapat membuat COD tinggi mesikipun BODnya rendah.

bakteri tetap akan hidup walaupun keadaan untuk tumbuh ternyata tidak optimal

Lihat Juga : Opini tentang WWTP adalah Magic Box
COD dan BOD berhubungan satu sama lainnya

Saya harap teman-teman disini sudah mendapatkan cukup gambaran tentang COD dan BOD serta korelasi antar keduany. jika masih ada yang ingin ditanyakan, silahkan email ke anggi.kkei@gmail.com, atau jika Anda tertarik dengan dunia water treatment atau wastewater treatment, saya menyarankan anda untuk membaca buku metcalf dan eddy yang membahas tentang dunia wastewater treatment secara lebih detail.


Sumber:

Mr. Anggi For Olah-Air.com

Senin, 14 November 2016

Jika Aku Menjadi Legislator FPIK IPB


Legislator, secara bahasa dapat diartikan sebagai orang yang membuat regulasi. Jadi, Legislator FPIK IPB adalah pembuat regulasi, atau kebijakan-kebijakan, peraturan perundangan yang mengikat Mahasiswa FPIK IPB. Orang yang menjadi Legislator seyogyanya merupakan perwakilan dari gologan-golongan mahasiswa yang ada. Jika dalam lingkup FPIK IPB artinya harus mewakili 5 departemen, Budidaya Perairan, Manajemen Sumberdaya Perairan, Teknologi Hasil Perairan, Penangkapan Sumberdaya Perairan, serta Ilmu dan Teknologi Kelautan.

Seperti halnya lembaga legislatif negara yang memiliki kewenangan untuk peraturan perundang-undangan, lembaga legislative kampus, atau pada umumnya dikenal dengan sebutan DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) juga memiliki peran yang tidak jauh berbeda dengan DPRD/DPR RI. Secara struktural DPM merupakan lembaga kemahasiswaan tertinggi. Badan legislatif kampus ini juga berperan sebagai salah satu miniatur kecil yang menggambarkan sistem pemerintahan negeri ini. Berakar dari konsep Trias Politika (Montesque), badan pemerintahan selain legislatif, terdapat juga badan eksekutif mahasiswa (BEM) yang keduanya bersama-sama mewujudkan pemerintahan mahasiwa sinergis dan dinamis. Lantas, apakah Legislator FPIK IPB sebagai miniatur negara telah mampu berperan menjalankan sistem pemerintahan kampus? atau bahkan sudah mampukah Legislator tesrsebut memperbaiki tatanan sistem pemerintahan yang masih ‘bobrok’ di negeri ini?

Umumnya wajah legislator jarang terlihat eksistensinya jika dibandingkan dengan badan eksekutif yang dalam menjalankan kegiatan-kegiatannya memang terkesan langsung bersentuhan dengan mahasiswa. Lebih memprihatinkan lagi ketika sang Legislator dipandang miskin fungsi atau kerjanya terkesan hanya bersifat temporal ketika di awal kepengurusan saat Lokakarya pembagian dana kemahasiswaan, Pemilihan Raya dan di akhir kepengurusan pada sidang umum (demissioner/penurunan jabatan). Pada kenyataannya, apakah mahasiswa umum sesungguhnya apakah mengerti arti penting keberadaan legislator di kampus C-FPIK?

Hanya ada tiga fungsi utama yang dijalankan sepanjang kepengurusan badan legislatif mahasiswa, yaitu legislasi, pengawasan dan pendanaann. Fungsi legislasi untuk membuat peraturan atau perundang-undangan yang mengikat lembaga-lembaga kampus. Fungsi pengawasan untuk mengawasi kenerja badan eksekutif, himpunan profesi mahasiswa dan lembaga-lembaga mahasiswa lainnya. Fungsi pendanaan untuk mengatur pembagian dana untuk seluruh lembaga mahasiswa yang ada di kampus tersebut.

Jika aku menjadi legislator maka aku ingin menjadi wadah aspirasi mahasiswa. Legislator seharusnya siap menyediakan telinga, membuka mata dan pikirannya sehingga mampu menyerap suara dan seluruh aspirasi mahasiswa. Kunci keberhasilan fungsi ini adalah legislator harus mendapatkan informasi-informasi yang sesuai dari mahasiswa. Upaya menyerap aspirasi yaitu dengan sering bertukar pikiran dengan mahasiswa agar mahasiswa merasakan kehadiran lembaga legislative kampus.

Jika aku menjadi legislator maka aku ingin setiap suara yang diaspirasikan mahasiswa dapat tersalurkan dengan baik. Setelah mewadahi aspirasi mahasiswa, legislator seharusnya mampu bersikap solutif terhadap aspirasi mahasiswa. Kunci keberhasilan dari tekad ini adalah kerja nyata. Dalam menindaklanjuti aspirasi mahasiswa dapat diwujudkan melalui sistem regulasi, koordinasi dengan pihak-pihak terkait, dan tentunya dengan partisipasi serta dukungan mahasiswa-mahasiswa. Keterlibatan mahasiswa ini mengacu terhadap prinsip “Dari mahasiswa, Oleh Mahasiswa, dan Untuk mahasiswa”, sehingga benar-benar adanya pengakuan benar adanya bahwa kedaulatan berada di tangan mahasiswa.

Jika Aku Menjadi Legislator FPIK IPB


Legislator, secara bahasa dapat diartikan sebagai orang yang membuat regulasi. Jadi, Legislator FPIK IPB adalah pembuat regulasi, atau kebijakan-kebijakan, peraturan perundangan yang mengikat Mahasiswa FPIK IPB. Orang yang menjadi Legislator seyogyanya merupakan perwakilan dari gologan-golongan mahasiswa yang ada. Jika dalam lingkup FPIK IPB artinya harus mewakili 5 departemen, Budidaya Perairan, Manajemen Sumberdaya Perairan, Teknologi Hasil Perairan, Penangkapan Sumberdaya Perairan, serta Ilmu dan Teknologi Kelautan.

Seperti halnya lembaga legislatif negara yang memiliki kewenangan untuk peraturan perundang-undangan, lembaga legislative kampus, atau pada umumnya dikenal dengan sebutan DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) juga memiliki peran yang tidak jauh berbeda dengan DPRD/DPR RI. Secara struktural DPM merupakan lembaga kemahasiswaan tertinggi. Badan legislatif kampus ini juga berperan sebagai salah satu miniatur kecil yang menggambarkan sistem pemerintahan negeri ini. Berakar dari konsep Trias Politika (Montesque), badan pemerintahan selain legislatif, terdapat juga badan eksekutif mahasiswa (BEM) yang keduanya bersama-sama mewujudkan pemerintahan mahasiwa sinergis dan dinamis. Lantas, apakah Legislator FPIK IPB sebagai miniatur negara telah mampu berperan menjalankan sistem pemerintahan kampus? atau bahkan sudah mampukah Legislator tesrsebut memperbaiki tatanan sistem pemerintahan yang masih ‘bobrok’ di negeri ini?

Umumnya wajah legislator jarang terlihat eksistensinya jika dibandingkan dengan badan eksekutif yang dalam menjalankan kegiatan-kegiatannya memang terkesan langsung bersentuhan dengan mahasiswa. Lebih memprihatinkan lagi ketika sang Legislator dipandang miskin fungsi atau kerjanya terkesan hanya bersifat temporal ketika di awal kepengurusan saat Lokakarya pembagian dana kemahasiswaan, Pemilihan Raya dan di akhir kepengurusan pada sidang umum (demissioner/penurunan jabatan). Pada kenyataannya, apakah mahasiswa umum sesungguhnya apakah mengerti arti penting keberadaan legislator di kampus C-FPIK?

Hanya ada tiga fungsi utama yang dijalankan sepanjang kepengurusan badan legislatif mahasiswa, yaitu legislasi, pengawasan dan pendanaann. Fungsi legislasi untuk membuat peraturan atau perundang-undangan yang mengikat lembaga-lembaga kampus. Fungsi pengawasan untuk mengawasi kenerja badan eksekutif, himpunan profesi mahasiswa dan lembaga-lembaga mahasiswa lainnya. Fungsi pendanaan untuk mengatur pembagian dana untuk seluruh lembaga mahasiswa yang ada di kampus tersebut.

Jika aku menjadi legislator maka aku ingin menjadi wadah aspirasi mahasiswa. Legislator seharusnya siap menyediakan telinga, membuka mata dan pikirannya sehingga mampu menyerap suara dan seluruh aspirasi mahasiswa. Kunci keberhasilan fungsi ini adalah legislator harus mendapatkan informasi-informasi yang sesuai dari mahasiswa. Upaya menyerap aspirasi yaitu dengan sering bertukar pikiran dengan mahasiswa agar mahasiswa merasakan kehadiran lembaga legislative kampus.

Jika aku menjadi legislator maka aku ingin setiap suara yang diaspirasikan mahasiswa dapat tersalurkan dengan baik. Setelah mewadahi aspirasi mahasiswa, legislator seharusnya mampu bersikap solutif terhadap aspirasi mahasiswa. Kunci keberhasilan dari tekad ini adalah kerja nyata. Dalam menindaklanjuti aspirasi mahasiswa dapat diwujudkan melalui sistem regulasi, koordinasi dengan pihak-pihak terkait, dan tentunya dengan partisipasi serta dukungan mahasiswa-mahasiswa. Keterlibatan mahasiswa ini mengacu terhadap prinsip “Dari mahasiswa, Oleh Mahasiswa, dan Untuk mahasiswa”, sehingga benar-benar adanya pengakuan benar adanya bahwa kedaulatan berada di tangan mahasiswa.

Minggu, 28 Agustus 2016

Wisata ke Candi Ceto, Karang Anyar, Sragen


Lebaran gue di tahun 1437 H alias tahun 2016, kami se-keluarga besar Mariyono, wisata ke salah satu tempat keramatnya orang kejawen, “Candi Ceto”. Candi Ceto ini masih aktif digunakan untuk tempat beribadahnya orang Hindu dan orang jawa kejawen. Perjalanan dari tempat tinggal di desa Jatirejo ke desa Ceto kira-kira ngabisin waktu sejam. Medan menuju Candi Ceto berkelok-kelok, jalannya sempit dan menanjak pula. Sampai-sampai musti ada sekitar 4-5 orang sekaligus yang menjaga satu jalur belokan tajam menanjak untuk membantu dorong mobil- mobil yang datang.

( ngeri banget gue denger kabar pas empat hari setelah gue pergi ke sana, ada kecelakaan. Baca di http://jateng.tribunnews.com/2016/07/12/tak-kuasai-medan-jalan-menuju-candi-Ceto-sebuah-mobil-masuk-jurang-dua-orang-meninggal ).


Candi Ceto berada pada ketinggian 1.400 mdpl di lereng Gunung Lawu, Candi Ceto terletak di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Mobil grand livina tahun 2012 dan xenia tahun 2008 yang keluarga gue tumpangi nggak sanggup buat menanjak sampai ke gerbang masuk candi, sehingga perjalanan 100 meter lagi, di lanjut dengan jalan kaki, kecuali nenek gue yang udah berumur 60 tahunan naik ojek dengan ongkosnya Rp15.000,00. Harga tiket masuk ke Candi Ceto Rp7.000,00 per orang.



Setalah melewati godaan dari para pedagang sate, indomi, popmi, dan jagung bakar, kami harus tetap tangguh menaiki buki- bukit berkelok dan beberapa anak tangga, sehingga sampai di Puncak Candi Ceto. Betapa tehiburnya kami disambut oleh hijauan rimbun pepohonan yang menari kompak dengan angin semilir yang aduhai sejuknya. Langitnya begitu ramah menyapa kami. Senyum matahari di siang bolong ini ditutupi kabut tebal mengelus-elus wajah kami. Puji Syukur kehadirat Allah yang Maha Pencipta, pemandangan alam yang aduhai indahnya.
Entah arsitek dari lulusan mana itu ya yang membuat bangunan candi begitu artistik. Desain patung-patung, stupa undakan, arca dan trap-trapan seakan menceritakan sejarahnya di masa lalu. Apa bisa terbayangkah seberapa hebat orang-orang zaman dulu yang membangun candi ini? Berapa banyak batu yang diangkut dengan tenaga manusia? Padahal zaman dulu belum ada truk pengangkut. Berapa banyak korban yang jatuh sakit dan meninggal dunia karena kecelakaan kerja? Padahal zaman dulu belum mengenal yang namanya asuransi. Entah siapa yang tau telah habis berapa darah yang mengalir untuk pembangunan candi ceto ini.

Oleh karena itu sudah selaknya kita sebagai penerima warisan ini menjaga dan merawat peninggalan bersejarah, Candi Ceto. Kita wajib melestarikan barang-barang yang ada pada setiap peninggalan bersejarah itu.

Rabu, 18 Mei 2016

MENYAMBUT BULAN RAMADHAN

H-18

Tinggal menghitung hari!!! 18 Hari lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan, bulan sabar, bulan penuh rahmat, bulan penuh ampunan, bulan pembebasan dari api neraka, dan bulan dimana peluang kita dengan selang kepercayaan 99% dapat mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya secara nyata!^^ .

Bagaimana caranya kita dapat mengumpulkan pahala-pahala di bulan Ramadhan ini? Makanya yuk kita simak sejenak beberapa isi khutbah dari Nabi Muhammad SAW, berikut ini.

• Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah pada bulan itu dengan ibadah sunnah, sama seperti orang yang menunaikan ibadah fardhu pada bulan lainnya. Barangsiapa menunaikan ibadah fardhu pada bulan itu, sama dengan menunaikan ibadah fardhu 70 kali di bulan lainnya.

• Barangsiapa memberi buka puasa pada bulan itu kepada yang berpuasa, maka baginya maghfirah (ampunan) bagi dosa-dosanya dan bebas dirinya dari api neraka. Ia mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu tanpa sedikitpun mengurangi pahala orang yang berpuasa. “Allah SWT akan memberi pahala (seperti) itu kepada siapa saja yang memberi makanan berbuka puasa kepada orang yang berpuasa (meskipun) dengan sebutir kurma atau seteguk air.”
• Dan barangsiapa meringankan (beban) pembantu atau pegawainya (di bulan) tersebut maka Allah akan mengampuni dosanya dan Allah bebaskan dia dari api neraka.

• Dan perbanyaklah pada bulan Ramadhan ini empat perkara, (yakni) dua perkara untuk menyenangkan Tuhanmu, ialah membaca syahadat (asyhadu anlaa ilaaha illallah) dan membaca istighfar (astaghfirullah). Sedang dua perkara yang justru tidak boleh tidak dari padanya, ialah memohon surga dan berlindung pada Allah dari api neraka.

(diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah, Al-Baihaqi, dan Ibnu Hibban dari Salman Al-Farisi, dari Nabi saw).

Untuk menyambut bulan Ramadhan tahun ini, Yuk sahabat, kita siapkan diri agar puasa yang kita jalani dapat menjadi jaminan kita masuk Surga di akhirat kelak ^^

1. Mempersiapkan hati / menghadirkan hati

Hadirnya hati insya Allah dapat diwujudkan melalui sikap hati ridha dan meningkatkan kerinduan terhadap Ramadhan, dan diwujudkan dalam bentuk pembersihan hati / kendali hati terhadap seluruh aktivitas / khusyu‟, sehingga menghasilkan keikhlasan.

2. Mempersiapkan fisik / jasad seprima mungkin

Fisik atau jasad juga perlu dipersiapkan secara prima. Seluruh organ tubuh hendaknya dioptimalkan dalam rangka diri dari perbuatan maksiat melalui organ-organ tubuh seperti melalui mata, telinga, lisan, tangan, kaki, dll.), serta dioptimalkan memperbanyak tilawah dan taddabur Al-Qur‟an, membaca doa dan istighfar, dll).

3. Mempersiapkan / meningkatkan pemahaman melalui kajian / penambahan ilmu

Hendaknya disadari bahwa keabsahan dan nilai suatu amal ditentukan oleh niatnya (keikhlasan), sedangkan keikhlasan sangat ditentukan oleh kefahaman. Kefahaman sangat ditentukan oleh tambahan pengetahuan / ilmu. Pada gilirannya, peningkatan kefahaman akan membawa kepada peningkatan ilmu dan amal, sehingga akan melahirkan peningkatan prestasi.

4. Mensucikan diri melalui habluminallah dan habluminannas

Sucikan diri dengan menghindari diri dari (1) dosa syirik yang tidak terampuni kalau tidak tobat dan terbawa mati, (2) dosa yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah SWT secara langsung, (3) dosa yang berkaitan dengan sesama manusia.

5. Mempersiapkan program

Sebagai mahasiswa yang cerdas kita harus punya program, contohnya sebagai berikut. (a) mengkhatamkan al-Qur‟an dan menta-dabburi serta mengamalkannya, (b) membaca, memahami dan mengamalkan hadits rasul dan sirah, (c) menunaikan amal-amal yaumiyah dengan ikhlas, (d) dakwah dalam keluarga, kerabat, tetangga, dst., (e) meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat melalui amar ma‟ruf nahyi munkar.

6. Mempersiapkan sarana dan prasarana
Untuk mengkondisikan tercapainya upaya 1 s/d 5, hendaknya dipenuhi semua sarana dan prasarana yang diperlukan, misalnya: (a) dana yang halal, (b) Al-Qur‟an / bahan bacaan, hadits, sirah, dll., (c) pakaian, sajadah, mukena, peci, dll., (d) pemakmuran mushalla / masjid dll., (e) kendaraan untuk berdakwah, serta sarana-prasarana lain yang diperlukan. #RHSMSP51

Minggu, 15 Mei 2016

Isi Kandungan Surat An Nisa

Surat An-Nisa merpakan surat ke 4 dalam Al Quran dan teridiri dari 176 ayat. Banyak pelajaran yang dapat diambil dari surat ini. Pada surat An-Nisa yang artinya Wanita ini, Allah menjelaskan tentang hukum keluarga, pokok-pokok hukum warisan,dan dasar-dasar untuk menetapkan perbuatan-perbuatan keji dan hukumnya, cara bergaul dengan istri, serta beberapa hukum perkawinan, bagaimana islam melindungi hak milik laki-laki dan perempuan,beberapa peraturan hidup bersuami-istri, kewajiban terhadap Allah dan sesema manusia, kesucian lahir dan batin dalam solat serta ancamannya ketika melanggar, dasar-dasar pemerintahan, serta taktik, tujuan dan etika perang dalam islam. Dalam taktik taktik, tujuan dan etika perang dalam islam dijelaskan mengenai keharusan siap siaga terhadap musuh, sikap orang-orang munafik dalam menghadapi peperangan, kewajiban berperang dan beberapa etikanya, cara menghadapi orang-orang munafik, nasihat berlaku teliti dalam mengambil tindakan, dan perbedaan antara orang yang berjihad dan yang tidak berjihad karena uzur, dengan yang tidak berjihad, kewajiban berhijrah di jalan Allah, serta kewajiban menegrjakan solat dalam keadaan bagaimanapun. Kemudian dalam surat An-Nisa dijelaskan pula keharusan menjaga kebenaran dan keadilan, yang diantarnya adalah keharusan adil dan tidak memihak dalam menetapkan suatu hukum, adanya pembalasan yang sesuai dengan perbuatan dan bukan menurut angan-angan, keharusan bertakwa, keharusan berlaku adil, beberapa keburukan orangg munafik, larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk kepada seseorang, dan akibat kekafiran dan buah keimanan. Pada ayat-ayat terakhir surat An-Nisa diterangkan mengenai kesatuan agama Allah dengan penjelasan adanya pembalasan Allah terhadap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi, persamaan pokok-pokok agama yang diwahyukan kepada para Rasul, pandangan Al Qur'an tehadap Nabi 'Isa a.s, dan masalah pustaka kalalah.

Berikut merupakan point-point yang saya telusuri per ayat dalam surat An Nisa,

Manusia pertama di Bumi adalah Adam, kemuadian diciptakan pasangan Adam yang terbuat dari tulang rusuknya. Kemudian dari keduanya berkembang biak, beranak pinak dan lahirlah kamu.

Jangan menukar yang baik dengan yang buruk, jangan korupsi. Berbagilah terutama dengan anak yatim.

Boleh poligami, batasnya empat saja dengan syarat mampu berlaku adil. Kalau tidak mampu berlaku adil jangan berlaku adil ya.

Ketika kamu yang laki-laki menikahi yang perempuan, berikanlah kepadanya mas kawin.

Nikahilah orang yang sudah baligh (dewasa) dan orang itu sudah paham bagaimana mengelola hartanya. Berikanlah uang belanja, belikanlah pakaian dan berkata-kata yang baik dan lembut kepada perempuanmu.

Ayat ke-6 dan selanjutnya silakan dibaca sendiri dalam Al-Quran ya :D Mari bersama-sama kita pelajari ALQur'an. Dalam suatu hadist pun dijelaskan sebaik-baiik orang adalah yang belajar AlQur'an dan yang mengajarkannya. Dalam ayat pertama yang diturunkan Allah adalah perintah "Iqra!" yang artinya "Bacalah!" oleh karena itu, bacalah ayat-ayatnya maupun terjemahannya. Jangan sampai hanya menjadi pajangan di atas almari, kan sayang, ayat-ayat yang seindah itu patutnya setiap hari kita selami dan hayati.

Selami dan hayati
Ayat-ayat yang sangat indah
Menyentuh hati siapa saja yang bertakwa
Membasahi kalbu seperti embun,
yang menyejukkan keringnya jiwa.

Selami dan hayati
Ayat-ayat yang sangat indah
Menerangkan jalan yang lampunya redup
Membuka akal walau tanpa bekal harapan

Selami dan hayati
Ayat-ayat yang sangat indah
Menjawab masalah yang entah akarnya dimana
Seperti kemenangan hamba sahaya yang dijajak sang durjana

Setiap hari,
Selami dan hayati
Ayat-ayat yang sangat indah
Dalam pekatnya malam
Atau dinginnya subuh sampai fajar menyingsing

Sabtu, 30 April 2016

20th For AWT


20th awt masih di Bogor, udah di FPIK, tetap sama seperti mahasiswa MSP pada umumnya yang selalu dikejar dateline laporan, kuliah, dan diskusi-diskusi. Tapia ada yang membuat beda for 20th AWT, yaitu hadiah dari Allah swt. Melalui tangan-tangan malaikatnya, my family.

20th for awt from my family, ada ibu, bapak, belin, fadhil, lek win, lek-lek lainnya di rumah.
20th for awt from my family, ada lilis, teteh nur, yanti, candra, adi, nudia, cupid, kucing jantan, kucing betina, anak-anak kucing lainnya di kosan gang bara.

20th for awt from my family, ada ira, nadia, toni, Rolando, ima, kak titis, kay way, widia, kak mbil, kak arif, kak tri, kak ihsan, kak nina, lewo, kak rully, rikul, hade, yeyen, dani, ain, reky, liza di seKret Samudra Simfoni.

20th for awt from my family, ada euis, nurma, inggrid, dan anak air lainnya di msp.

20th for awt from my family, ada dwi, vivi, anti, sylvi di dsava.

20th for awt from hati yang bahagia. Bukan karena tiup lilin, potong kue, kado, ucapan ataupun do’a yang sudah sampai di hati ini lewat tangan-tangan malaikat. Tapi satu hal terpenting, yaitu hati yang tepaut dalam rasa kebersamaan. Cukup kalian ada, so specially for 20th AWT. Thank you very much, Alhamdulillah, so nice for remember 20th AWT.